Sigli – Rektorat Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli diduga mempermainkan mahasiswanya. Hal ini disampaikan Huslidariandi, ketua Komite Dewan Kampus Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KDK SMUR) Unigha dalam rilisnya, Kamis (27/1).
Menurutnya, pihak kampus telah membuat pusing mahasiswa dalam hal pengurusan surat keterangan belum melunasai SPP bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian semester.
Pengurusan surat tersebut, lanjut Huslidariandi, seperti keluhan sejumlah mahasiswa, menjadi rumit pada saat harus melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat sah yang dibuat oleh pihak birokrasi. Anehnya, kata dia, mahasiswa harus melampirkan foto copy KTP sebagai syarat, dan bukan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau keterangan sejenis lain yang betul–betul membuktikan secara sah kemahasiswaan di kampus itu.
“Penyerahan foto copy KTP sebagai syarat dalam pengurusan administrasi itu menyalahi peraturan. Karena yang semestinya surat atau syarat yang harus dilampirkan mahasiswa Unigha untuk melengkapi administrasi itu adalah KTM atau keterangan yang membuktikan dia sebagai mahasiswa Unigha, bukan dengan menyerahkan foto copi KTP,” kata Huslidariandi.
Karena itu, KDK SMUR Unigha Pidie meminta kepada pihak yang terkait, dalam hal ini Yayasan dan Rektorat kampus yang jaya di masa rektor Nurdin Abdurrahman itu untuk segera mungkin mengklarifikasi permasalahan ini ke media. “Kami juga sudah mencoba untuk menghubungi pihak kampus untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut, namun belum ada penjelasan,” tulis Huslidariandi.
(Sumber: Acehjurnal.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar