Sigli |Sumber Harian Aceh
Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Unigha Sigli meminta Pemkab Pidie menghapus praktik kapitalisme dan menaikkan gaji buruh sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Permintaan tersebut disampaikan Koordinator Aksi SMUR Huslidaryandi kepada Harian Aceh usai aksi May Day di Simpang Jalan Lingkar Sigli, Senin (2/4). Menurut Huslidaryandi, banyak pengusaha di Pidie melakukan praktik kapitalisme. Usaha mereka terus berkembang, sedangkan upah buruh tidak pernah dinaikkan, malah di bawah standar UMP.
”Kami mendesak pemerintah Pidie agar menghapus praktik kapitalisme di Pidie dan menekan pengusaha agar menggaji buruhnya sesuai dengan UMP, jangan hanya memeras tenaga buruh giliran gaji hanya sedikit, sementara harga barang kian melambung tinggi,” ungkapnya.
Dikatakan, buruh sekarang ini ”dijajah” oleh kaum kapitalis, sehingga jurang kemiskinan semakin melebar, sedangkan pemerintah tidak pernah bersikap arif dalam menyikapi praktik ala imperialisme itu.
”Bisa dibayangkan ada buruh yang upahnya hanya Rp300.000 sebulan, sedangkan buruh tersebut memiliki keluarga. Bagaimana dia bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan upah segitu, sedangkan pemilik usaha terus tajir alias kaya tanpa menghiraukan nasib buruhnya yang kini dihimpit kemiskinan,” jelasnya.
Dalam pernyataanya, SMUR mendesak Pemkab Pidie meningkatkan pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan yang merupakan sektor potensial.
Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Unigha Sigli meminta Pemkab Pidie menghapus praktik kapitalisme dan menaikkan gaji buruh sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Permintaan tersebut disampaikan Koordinator Aksi SMUR Huslidaryandi kepada Harian Aceh usai aksi May Day di Simpang Jalan Lingkar Sigli, Senin (2/4). Menurut Huslidaryandi, banyak pengusaha di Pidie melakukan praktik kapitalisme. Usaha mereka terus berkembang, sedangkan upah buruh tidak pernah dinaikkan, malah di bawah standar UMP.
”Kami mendesak pemerintah Pidie agar menghapus praktik kapitalisme di Pidie dan menekan pengusaha agar menggaji buruhnya sesuai dengan UMP, jangan hanya memeras tenaga buruh giliran gaji hanya sedikit, sementara harga barang kian melambung tinggi,” ungkapnya.
Dikatakan, buruh sekarang ini ”dijajah” oleh kaum kapitalis, sehingga jurang kemiskinan semakin melebar, sedangkan pemerintah tidak pernah bersikap arif dalam menyikapi praktik ala imperialisme itu.
”Bisa dibayangkan ada buruh yang upahnya hanya Rp300.000 sebulan, sedangkan buruh tersebut memiliki keluarga. Bagaimana dia bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan upah segitu, sedangkan pemilik usaha terus tajir alias kaya tanpa menghiraukan nasib buruhnya yang kini dihimpit kemiskinan,” jelasnya.
Dalam pernyataanya, SMUR mendesak Pemkab Pidie meningkatkan pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan yang merupakan sektor potensial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar