Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 Februari 2012

Ahmadinejad: Demokrasi Barat Omong Kosong!

TEHERAN - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan dengan tegas bahwa demokrasi yang ada di negara Barat adalah omong kosong.

"Demokrasi ala Barat adalah penghinaan terhadap kemanusiaan, namun menjadi keuntungan bagi para kelompok kapitalis. Manusia merupakan korban dari demokrasi Barat," ujar Ahmadinejad, seperti dikutipIRINN TV, Rabu (8/2/2012).

Dalam Konferensi Kesatuan di Teheran, Ahmadinejad juga berpidato mengenai sejumlah masalah-masalah global yang kian bermunculan saat ini. Dirinya pun mendesak warga agar tetap berjuang.

"Tidak ada yang berubah dan tidak ada yang bahagia. Warga harus menyaksikan status quo dari dunia ini. Sekira tujuh miliar manusia hidup di dunia ini, tiga miliar di antara mereka kelaparan dan 1,2 miliar lainnya tidak mendapatkan makanan yang cukup dalam satu hari. Kekejaman ada di mana-mana, begitu pula korupsi dan agresi. Tidak ada keamanan dan keadilan," tegasnya.

Ahmadinejad pun menggambarkan situasi di Afrika, dirinya mengatakan bahwa Afrika merupakan wilayah di dunia ini yang dikarunai kemakmuran oleh Tuhan. Namun kekayaan alam Afrika sudah dirampas oleh perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Warga Afrika pun hidup dalam kemiskinan.

"Dominasi yang kuat dari negeri-negeri arogan itu sudah dirasakan oleh seluruh negara saat ini. Kekuatan imperialisme sudah mengorbankan kemanusiaan," tambahnya.

Setelah adanya pemberlakuan sanksi AS ke Bank Sentral Iran, Negeri Persia itu tampak berang terhadap Barat. Pemimpin Spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei bahkan mengancam akan menyerbu setiap negara yang mendukung aksi militer Israel ke Iran.

Sumber: Okezone.com
Rabu, 08 Februari 2012

Ajaran-ajaran Bung Karno untuk Rakyat Miskin, Kaum Marhaen dan Proletar

Sejak tanggal 8 Juli 2010 di berbagai suratkabar dan televisi di Indonesia diberitakan adanya aksi-aksi unjuk rasa yang diadakan berbagai kalangan masyarakat mengenai nasib rakyat miskin di Indonesia kita ini.

Semua orang yang betul-betul prihatin terhadap situasi bangsa dan negara kita dewasa ini pastilah akan menghargai aksi-aksi yang digelar di banyak kota di Indonesia, yang menuntut kepada semua fihak untuk memperhatikan keadaan puluhan juta rakyat miskin – dan setengah miskin –yang berjumlah puluhan juta, bahkan mendekati 100 juta jiwa.

Kiranya, kita patut memberi salut setinggi-tingginya kepada semua kalangan dari berbagai golongan masyarakat, tidak peduli dari organisasi kemasyarakatan apapun, dan dari aliran politik yang manapun, atau agama apa pun, yang dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan tulus serta jujur, sudah melakukan macam-macam kegiatan sosial atau perjuangan politik untuk membela kepentingan rakyat miskin pada umumnya, termasuk golongan marhaen dan proletar.

Terutama kepada kalangan pemuda, mahasiswa, penganggur, perempuan miskin, serta golongan rakyat miskin lainnya yang dengan susah-payah¸ dan dalam kehidupan sehari-hari yang sudah serba sulit karena berbagai penderitaan, masih secara sukarela menyediakan tenaga, waktu, dan fikiran untuk bersama-sama berjuang demi kepentingan rakyat miskin umumnya, yang jumlahnya puluhan juta orang.

Mempersoalkan nasib rakyat miskin adalah perlu sekali

Kalau kita ingat bahwa kalangan luas elit bangsa sudah begitu rusak moralnya atau begitu bejat akhlaknya, dan secara beramai-ramai bergelimang dengan harta haram dari hasil korupsi dan berbagai macam kejahatan dalam merampok atau menjarah harta negara dan rakyat lainnya maka aksi-aksi untuk membela rakyat miskin ini adalah kegiatan yang sungguh penting bagi bangsa secara keseluruhan.

Ketika kalangan atas (pemerintahan, DPR dan partai-partai politik) melakukan kongkalikong soal skandal besar bank Centuty yang menyangkut dana Rp 6, 7 triliun, atau ketika heboh soal pajak perusahaan Aburizal Bakri (Rp2, 4 triliun) tak tentu arahnya, atau ketika kasus korupsi besar-besaran para petinggi POLRI masih terus diusut, atau ketika kasus-kasus hakim dan jaksa yang menyangkut ratusan milyar rupiah juga masih banyak yang belum terbongkar, maka mempersoalakan penderitaan orang miskin jang puluhan juta jumlahnya itu adalah satu hal yang perlu dan baik sekali.

Sebab, berdasarkan angka-angka resmi pemerintah (BPS, menurut Kominfo-Newsroom) ) jumlah rakyat miskin dalam bulan Maret 2010 adalah sebesar 31,02 juta jiwa (13,33%). Walaupun ada banyak kalangan yang tidak mempercayai sepenuhya angka-angka BPS ini (sebab ada yang mengatakan bahwa angka seluruh rakyat miskin yang sebenarnya adalah mendekati 40 juta jiwa) namun jumlah 31 juta jiwa orang miskin nyatanya sudahlah besar sekali!

Menurut angka-angka resmi itu persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan pada Maret 2009 sekitar 63,38 persen penduduk miskin berada di daerah perdesaan,

Berdasarkan pengalaman selama berpuluh-puluh tahun sejak pemerintahan Orde Baru sampai sekarang jumlah rakyat miskin masih tetap terus tinggi dari tahun ke tahun. Dan sekarang pun tidak bisa diharapkan bahwa jumlah orang miskin di Indonesia akan bisa berkurang dalammasa dekat. Bahkan sebaliknya !!! Dengan adanya berbagai krisis ekonomi atau keuangan di dunia, yang mengakibatkan memburuknya situasi ekonomi Indonesia juga, maka jumlah orang miskin di negeri kita masih akan tetap tinggi, kalau tidak makin meningkat!

Penduduk Indonesia sekarang sudah 238 juta jiwa

Untuk bisa membayangkan betapa besar persoalan yang dihadapi negara dan bangsa kita baiklah kita ketahui bahwa Sensus Penduduk 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 238 juta jiwa. Ini berarti bahwa jumlah penduduk negara kita adalah nomor ke-4 di dunia, sesudah China, India dan Amerika Serikat. Dalam kurun sepuluh tahun terakhir jumlah anak bangsa bertambah sekitar 35 juta orang. Atau, saban tahun, pertambahan penduduk Indonesia setara dengan jumlah penduduk Singapura. Dalam tahun 2100 bukan tidak mungkin bahwa jumlah orang yang mendiami negeri ini mencapai 1 miliar.

Perlu kita catat bahwa 60% penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa yang luasnya hanya 10% dari total luas Indonesia. Komposisi tersebut tidak akan berubah jika dibandingkan dengan kondisi 40 tahun lalu, bahkan mungkin juga dalam beberapa puluh tahun lagi di masa datang.

Dari sudut pandang ini pulalah kita perlu melihat pentingnya segala aksi, segala kegiatan atau segala macam perjuangan yang berkaitan dengan tujuan untuk membebaskan rakyat miskin kita yang sekarang berjumlah puluhan juta dari segala macam penderitaan berkepanjangan. Dan lebih penting lagi, kalau kita ingat bahwa masalah rakyat miskin ini akan masih tetap menjadi persoalan besar bagi bangsa selama beberapa puluh tahun lagi di masa datang.

Rakyat miskin kita yang puluhan juta ini, terdiri dari macam-macam kalangan dan golongan dari berbagai suku, agama, faham politik atau aliran fikiran, yang tersebar di seluruh Indonesia dan terutama sekali di pulau Jawa. Umumnya, mereka itu merupakan “kelas bawah” yang menjadi korban segala macam penindasan, pemerasan, perampokan, penjarahan, dari kalangan atas bangsa sendiri, atau juga merupakan korban rejim militer Orde Baru, dan sekarang ini korban dari politik pro neo-liberalisme yang dijalankan oleh berbagai pemerintahan.

Kelas bawah tidak boleh ilusi terhadap kelas atasan

Kelas bawah yang terdiri dari rakyat miskin yang jumlahnya besar itu tidak bisa (dan juga tidak boleh !!!) mengharapkan adanya pembebasan dari segala macam penderitaan, hanya dari “kemauan baik”, atau “murah hati”, atau janji-janji yang muluk-muluk para pemimpîn atau tokoh-tokoh di pemerintahan, DPR, partai-partai politik, yang sudah puluhan tahun digembar-gemborkan terus-menerus dengan berbagai jalan dan cara. Sekarang sudah makin jelas dan banyak terbukti, bahwa mereka itu sambil berkaok-kaok setinggi langit atas nama “kepentingan rakyat”, atau demi “kesejahteraan rakyat”, sedang mencuri harta rakyat dan negara secara besar-besaran.

Kerusakan moral, atau kebejatan akhlak di kalangan atas, baik di kalangan pemerintahan ataupun di kalangan masyarakat (temasuk di kalangan pemuka-pemuka agama) sudah sedemikian besarnya dan parahnya, sehingga banyak sekali orang dari berbagai kalangan dan golongan yang tidak punya harapan lagi bahwa masalah rakyat miskin dapat merek a pecahkan dengan baik. Tidak sekarang ini, dan juga tidak di masa datang, mungkin sampai puluhan tahun lagi !!! Harapan bahwa akan bisa ada perobahan besar-besaran dari atas atau perbaikan fundamenal oleh kalangan atas adalah hanyalah omong-kosong atau hanya ilusi yang harus dicampakkan jauh-jauh.

Perlulah kiranya ditegaskan lagi berulang-ulang bahwa perubahan yang benar-benar menguntungkan kepentingan rakyat tidak bisa diciptakan oleh kalangan atas (baik sipil maupun militer, termasuk swasta) yang memerintah atau menguasai kehidupan negara dan bangsa. Dan keadaan yang demikian itu jugalah yang kita saksikan dewasa ini, dengan apa yang terjadi di masa pemerintahan SBY.

Oleh karena itu, sekarang makin jelas bahwa perubahan mendasar dan besar-besaran hanya bisa diharapkan dari kalangan bawah, atau bersama-sama kalangan bawah, atau oleh kalangan bawah, yang bersatu dengan dengan kekuatan-kekuatan lainnya yang sungguh-sungguh pro rakyat. Sebab, justru kalangan bawahlah yang paling berkepentingan dengan adanya perubahan-perubahan besar dan fundamental. Bukan kalangan atas, yang sebaliknya, malahan menghambat atau mencegah adanya perubahan-perubahan besar dan fundamenaL

Kelas bawah adalah sumber dan pendorong perubahan

Karena kalangan bawahlah yang paling memerlukan adanya perubahan besar-besaran dan fundamental demi perbaikan hidup dan pembebasan dari penderitaan, maka mereka bisa merupakan pendorong utama dalam segala aksi atau kegiatan untuk perubahan ini. Dengan kalimat lain bisalah kiranya dikatakan bahwa kalangan bawah (yang sebagian terbesar terdiri dari rakyat miskin) bisa menjadi kekuatan pokok dari perjuangan. Berbagai penderitaan rakyat miskin adalah sumber kekuatan dan sumber inspirasi revolusioner untuk perubahan, baik untuk dewasa ini maupun di masa yang akan datang.

Oleh karena kondisi sosial ekonomis rakyat miskin pada umumnya sangatlah minim, dan banyak yang terpaksa hidup serba kekurangan dalam banyak hal (pendidikan, kesehatan, pangan dll) maka sungguh-sungguh merupakan hal yang patut kita hargai dan juga kita hormati, bahwa mereka masih mau melakukan kegiatan-kegiatan atau berjuang. Sebab, kalau dilihat dari pandangan yang jauh, aksi-aksi atau kegiatan mereka itu tidaklah hanya untuk kepentingan mereka sendiri, melainkan untuk negara dan bangsa juga.

Aksi-aksi atau berbagai kegiatan untuk menyuarakan aspirasi rakyat miskin yang diadakan di berbagai kota di Indonesia baru-baru ini, merupakan cambuk kepada kita semua, untuk mengingatkan bahwa di tengah-tengah heboh karena banyaknya pejabat-pejabat yang menjadi penjahat, serta bergelimangnya kalangan atas dengan bermacam-macam harta haram, maka masih ada lebih dari 30 juta rakyat kita yang miskin dan hidup sengsara. Aksi-aksi atau berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perjuangan rakyat miskin ini sebenarnya merupakan sumbangan besar bagi pendidikan politik yang penting dan berharga untuk kita semua. Ini menunjukkan, dan dengan jelas pula, bahwa politik berbagai pemerintahan kita selama ini lebih banyak menguntungkan kalangan atas — yang umumnya sudah kaya — dan berbagai gologan reaksioner yang tidak mempedulikan nasib rakyat.

Perjuangan rakyat miskin perlu kita bantu sebesar-besarnya

Karena itu, adanya berbagai kalangan dari golongan pemuda, mahasiswa, perempuan, pekerja, penganggur, yang ikut menyatukan diri dalam perjuangan rakyat miskin adalah suatu hal yang amat penting bagi tumbuhnya kekuatan rakyat miskin sebagai bagian yang utama dari pendorong perubahan besar dan fundamental di negeri kita. Ikut sertanya berbagai golongan dalam perjuangan rakyat miskin kita patutlah disambut dengan gembira dan dibantu sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya oleh seluruh lapisan masyarakat, yang menginginkan juga adanya perubahan-perubahan besar dan fundamental.

Kita semua perlu memberikan bantuan – dengan segala cara dan bentuk – kepada mereka (terutama yang dari kalangan muda, mahasiswa, atau perempuan) yang telah terjun berjuang bersama-sama dengan rakyat miskin. Sebab, kita bisa mengetahui bahwa kebanyakan dari mereka itu sudah hidup dalam kekurangan juga. Karena itu, pengorbanan mereka sungguh besar sekali ! Dari sinilah kelihatan benar besarnya perbedaan dengan sikap kebanyakan kelas atas atau orang-orang reaksioner dan kaya, yang masih getol menumpuk kekayaan haram dari pemerasan terhadap rakyat banyak.

Mengingat itu semua, maka makin jelaslah bagi kita sekarang ini, bahwa nasib rakyat miskin yang jumlahnya lebih dari 30 juta (dan sekitar 100 juta kalau dengan yang setengah miskin) tidak bisa diubah oleh pemerintahan-pemerintahan yang menjalankan berbagai politik type Orde Baru dan penerus-penerusnya sampai sekarang. Sebab, berbagai pemerintahan dengan sistem politik yang seperti sekarang ini, akan tetap terus menimbulkan persoalan-persoalan yang membikin sengsaranya rakyat dan hanya menguntungkan kelas penghisap yang reaksioner, yang kebanyakan bejat moralnya dan yang busuk akhlaknya, seperti yang bisa kita saksikan bersama dewasa ini.

Dengan tokoh-tokoh seperti yang sekarang menguasai kehidupan negara dan pemerintahan, — termasuk DPR dan berbagai lembaga atau partai politik (yang tergabung dalam komplotan Setgab Koalisi) — maka mustahillah akan adanya perubahan-perubahan besar dan fundamental yang menguntungkan rakyat banyak. Karena, mereka akan menentang — dengan segala jalan dan cara — adanya perubahan besar-besaran dan fundamental yang hanya akan merugikan kepentingan mereka sendiri. Yang banyak mereka lakukan hanyalah rhetorika yang bagus-bagus dan muluk-muluk untuk menutupi segala macam kejahatan mereka terhadap kepentingan bangsa dan rakyat.

Partai-partai politik reaksioner “membeli” suara rakyat miskin

Sekarang makin jelas bagi kita semua, bahwa rakyat miskin dan setengah miskin di negeri kita, yang jumlahnya mendekati 100 juta jiwa itu merupakan salah satu di antara berbagai faktor penting dalam perjuangan perebutan pengaruh dalam kehidupan politik di negeri kita. Oleh karena itu, berbagai partai politik telah, sedang dan akan terus mengadakan segala macam usaha untuk “membeli” suara rakyat (termasuk rakyat miskin) dalam berbagai pemilu, dengan uang, sembako, pembagian hadiah yang macam-macam, serta janji-janji muluk-muluk yang sering disertai dengan berbagai sumpah dll.

Menurut pengalaman yang sudah-sudah, tidak sedikit dari rakyat miskin yang dapat “dibeli” oleh kekuatan-kekuatan reaksioner ini karena besarnya dana yang bisa mereka gunakan untuk “merebut hati” rakyat, terutama mereka yang dalam keadaan serba kekurangan. Kita sudah sering mendengar bahwa kebanyakan partai-partai politik yang ikut pemilu harus mengeluarkan beaya yang besar sekali bahkan sampai triliunan rupiah. Kiranya, sudah jelas bahwa dana yang besar-besar itu tidak mungkin mereka peroleh hanya dari iuran anggota atau hanya merupakan sumbangan sukarela dari para simpatisan., melainkan terutama sekali dari segala macam sumber gelap dan haram.

Tujuan perjuangan rakyat miskin, yang umumnya digerakkan dari bawah oleh dan bersama-sama berbagai aktivis dalam keadaan yang serba sulit, adalah sama sekali berlainan, bahkan, sangat bertentangan dengan tujuan kebanyakan partai yang ikut pemilu 2009. Kalau partai-partai yang ikut pemilu 2009 itu berusaha dengan segala cara dan jalan (termasuk komplotan yang berbentuk koalisi atau konfederasi) untuk mengkonsolidasi kekuasaan mereka, maka perjuangan rakyat miskin justru bertujuan untuk mengadakan perubahan-perubahan besar dan fundamental dalam kekuasaan ini sehingga bisa menjadi kekuasaan politik yang benar-benar pro-rakyat.

Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno pedoman penting untuk perjuangan

Untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam kekuasaan politik yang sudah berlangsung puluhan tahun sejak rejim militer Orde Baru tidak ada jalan lain, dan juga tidak ada cara-cara lain, kecuali mentrapkan inti ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno. Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno pada pokoknya menganjurkan atau mengajak seluruh bangsa untuk terus-menerus menggerakkan dan mengkobarkan revolusi, dan melawan segala macam pemerasan dan penindasan terhadap rakyat oleh segala kekuatan reaksioner dalam negeri maupun luar negeri.

Sepanjang sejarah bangsa Indonesia sampai sekarang, ajaran-ajaran Bung Karno adalah satu-satunya fikiran besar untuk dipakai sebagai pedoman perjuangan rakyat, yang sari patinya masih sangat relevan untuk digunakan menanggulangi masalah-masalah besar yang dihadapi bangsa dan negara dewasa ini. Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah pedoman moral di bidang politik dan petunjuk atau pembimbing dalam perjuangan revolusioner

Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah gudang yang sangat kaya dengan berbagai pedoman besar bagi semua kekuatan yang berjuang untuk kepentingan rakyat miskin, bagi wong cilik, bagi kaum marhaen, bagi kaum proletar dan bagi rakyat banyak lainnnya. Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah petunjuk bagi kita semua untuk menyelesaikan revolusi bangsa Indonesia yang belum selesai.

Paris, 11 Juli 2010A. Umar Said

Pancasila Menurut Ajaran-ajaran Revolusioner Bung Karno

Bung Karno
Hari kelahiran Bung Karno (6 Juni 1901)  kali ini kita peringati dalam situasi yang jauh lebih baik dari pada selama ini sejak Suharto dan konco-konconya (kaum reaksioner di dalam dan luar negeri)  menggulingkannya dalam tahun 1966-1967. Dengan diselenggarakannya peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni baru-baru ini kedudukan Bung Karno sebagai bapak bangsa dan penggali Pancasila kembali diakui dan dihormati oleh sebagian terbesar bangsa kita.



Dengan dilancarkannya gerakan besar-besaran secara nasional untuk penguatan Pancasila (atau re-vitalisasi dan applikasi Pancasila), yang sudah disepakati oleh 9 lembaga tertinggi negara, maka dengan sendirinya sosok agung  Bung Karno sebagai tokoh tinggi pemersatu rakyat dan inspirator besar perjuangan bangsa makin menjulang tinggi untuk selanjutnya.



Perkembangan baik seperti itu sangat penting untuk hari kemudian bangsa dan negara, yang dewasa ini sedang dalam keadaan yang serba membusuk, atau rusak, atau bobrok, dan kehilangan arah, akibat kebejatan moral para pejabat-pejabat dan tokoh-tokoh terkemuka masyarakat pada umumnya, di seluruh negeri dan yang sudah berlangsung lama.



Di tengah-tengah kerusakan moral atau membusuknya akhlak yang tercermin di seluruh kehidupan bangsa dan negara (terutama di kalangan atas) itulah peringatan Hari Lahir Bung Karno sekarang ini makin terasa penting sekali.



Sebab, begitu hebatnya keparahan penyakit-penyakit mental dan begitu banyaknya masalah-masalah berat yang dihadapi bangsa kita sehingga  - sekarang ini  -  tidak ada seorang pun yang bisa memastikan apakah situasi yang serba semrawut dan bejat sekarang ini bisa diatasi, baik  dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjang.


Orde Baru adalah perusak jiwa Pancasila



Sudah sebegitu besarnya  kebobrokan budi dan sebegitu luasnya pembusukan rochani di banyak kalangan masyarakat sehingga segala macam teori muluk-muluk tidak bisa dipakai lagi untuk mengatasinya, dan segala macam ayat-ayat suci juga tidak mempan untuk mencegahnya atau mengobatinya. Segala mesjid atau mushollah dan gereja serta klenteng dan kuil juga seperti dikentuti atau diludahi saja oleh para koruptor dan berbagai macam penjahat lainnya.



Karenanya, di bawah Suharto dan penerus-penerusnya,  NKRI sudah berubah menjadi negaranya para  maling berdasi, pejabat-pejabat yang bertindak sebagai penjahat,,perampok-perampok uang negara dan rakyat, dan penipu-penipu besar yang suka mengucapkan sumpah palsu di depan Tuhan atau sembahyang dengan tujuan-tujuan yang haram.



NKRI yang dikelola   -- dari yang paling atas sampai yang  paling bawah  -- oleh orang-orang yang sehaluan dengan Suharto dan anti Bung Karno itulah  yang merupkan sumber dari segala macam penyakit parah bangsa sekarang ini.



Kalau sama-sama kita telaah dalam-dalam, dan kalau kita renungkan akibat-akibatnya, maka jelaslah bahwa rejim militer Orde Baru adalah perusak besar NKRI, dan pengkhianat cita-cita para perintis kemerdekaan, dan pengotor Pancasila, dan penjegal revolusi rakyat, dan pembunuh Bung Karno, dan penginjak-injak ajaran-ajaran revolusionernya.



Karenanya, ketika kita semua memperingati Hari Lahirnya Bung Karno perlulah kiranya kita ingat juga kepada dosa-dosa besar dan pengkhianatan Suharto beserta pendukung-pendukung setianya . Sebab, pengkhianatan Suharto (beserta konco-konconya) terhadap Bung Karno  adalah -- pada hakekatnya --  pengkhianatan terhadap seluruh kekuatan yang mendukungnya. Pengkhianatan Suharto (bersama sekutu-sekutunya dalam dan luar negeri)  terhadap Bung Karno merupakan kerugian besar sekali bagi rakyat Indonesia, dan kelumpuhan bagi kekuatan-kekuatan revolusionernya, serta kelemahan bagi perjuangan menentang imperialisme dalam segala bentuknya.


Lahirnya Bung Karno adalah anugerah agung bagi bangsa

Dengan lahirnya Bung Karno dalam tahun 1901 di Surabaya (bukan di Blitar seperti yang sering dikatakan selama ini) maka bangsa Indonesia dianugerahi dengan seorang putera yang paling agung dalam sejarah Indonesia. Sejak umur belasan tahun (16 tahun) ia sudah belajar dalam perjuangan politik di bawah bimbingan HOS Tjokroaminoto, tokoh raksasa Sarekat Islam. Ketika baru umur 26 tahun, ia sudah mengeluarkan gagasan besarnya dalam tulisannya « Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme », suatu gagasan yang kemudian dikembangkannya menjadi konsepsinya yang terkenal dengan NASAKOM.



Tanpa menelusuri kembali secara terperinci sejarah hidup Bung Karno sudah dapat dikatakan dengan tegas dan gamblang bahwa hidup Bung Karno adalah terutama sekali untuk perjuangan rakyat Indonesia, baik untuk melawan kolonialisme dan merebut kemerdekaan, dan kemudian diteruskan dengan perjuangan untuk melawan imperialisme dan neo-kolonialisme dan memperjuangkan masyarakat adil dan makmur, yaitu sosialisme à la Indonesia



Untuk itu, Bung Karno sudah menyumbangkan jasa-jasanya yang besar dan berharga sekali, bukan saja dengan meringkuk dalam penjara dan hidup di pembuangan di Ende (Flores) dan Bengkulu, tetapi juga dengan melahirkan gagasan-gagasan besarnya untuk bangsa, antara lain : Pancasila,Bhinneka Tunggal Ika, NASAKOM, Panca Azimat Revolusi, Manipol, USDEK, BERDIKARI, RESOPIM,TAVIP.



Gagasan-gagasan  besarnya atau pemikiran-pemikiran agungnya untuk bangsa ini masih dapat terus disimak kembali oleh setiap orang dengan membuka halaman buku-bukunya yang amat penting dan bersejarah seperti « Dibawah Bendera Revolusi » dan « Revolusi Belum Selesai » atau buku-bukunya yang lain.


Bung Karno tokoh besar di dunia internasional

Dengan melihat kembali sejarah perjuangan Bung Karno sebelum menjadi presiden dan juga selama jadi presiden (sebelum dikhianatinya oleh Suharto) maka jelaslah bahwa tidak ada pemimpin Indonesia lainnya yang mempunyai sosok yang sebesar dan  setinggi dirinya. Bung Karno adalah satu-satunya pemimpin bangsa yang mumpuni dalam banyak hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, negara dan bangsa. Tidak ada orang lain yang bisa menandinginya apalagi melebihinya !!!



Kebesaran atau keagungan Bung Karno justru terletak di sini, yaitu cintanya yang tak terbatas (dan sunugguh-sungguh !!!), kepada Indonesia, kepada rakyatnya, kepada negaranya dan kepada bangsanya. Untuk itu pulalah ia telah selalu mencurahkan segala-galanya dalam mendorong semua kekuatan bangsanya untuk menjalankan revolusi terus-menerus dengan memegang teguh ajaran-ajaran revolusionernya.



Tetapi, kebesaran dan keagungan Bung Karno tidaklah terbatas di Indonesia saja, melainkan juga menjangkau negara-negara lain di dunia, terutama di Asia-Afrika dan Amerika Latin, dalam perjuangan melawan imperialisme (terutama AS). Ini tercermin dalam prestasi besarnya untuk menyelenggarakan konferensi AA di Bandung, kemudian GANEFO dan KIAPMA (Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing) di Jakarta, dan dukungannya kepada berbagai gerakan-gerakan solidaritas Asia-Afrika (contoh : PWAA –Persatuan Wartawan Asia-Afrika, OSRAA –Organisasi Setiakawan Rakyat Asia-Afrika, KPAA –Konferensi Pengarang Asia-Afrika, KJAA –Konferensi Jurist Asia-Afrika)



Itu semualah yang  membuat Bung Kano menjadi sosok internasional yang sejajar  (bahkan juga melebihi) tokoh-tokoh termashur seperti Kwame Nkrumah dari Ghana, Nasser dari Mesir, Tito dari Yugoslavia, Nehru dari India, Ho Chi Min dari Vietnam, dan Mao Tse-tung , Chou En-lai dari Tiongkok. Tidak ada pemimpin Indonesia lainnya yang bisa mencapai kedudukan begitu tinggi dan terhormat di bidang internasional. Suharto tidak, dan lain-lainnya pun tidak ! Dan itu semua jugalah yang menjadikan Bung Karno sebagai musuh nomor yang berbahaya  sekali bagi kekuatan imperialis di dunia, termasuk agen-agennya di Indonesia.

 

           
             Pancasila adalah penjelmaan jiwa besar Bung Karno

Dalam berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Lahir Bung Karno kali ini pastilah banyak orang akan ingat kepada Pancasila. Hal yang demikian adalah wajar-wajar saja, bahkan sudah semestinya harus begitu, atau tidak bisa lain. Sebab, Pancasila dan  Bung Karno adalah satu, dan tidak bisa dipisahkan. Pancasila adalah Bung Karno dan Bung Karno adalah juga Pancasila. Pancasila adalah penjelmaan semua gagasan luhur dan agung Bung Karno untuk rakyat, bangsa dan negara, Indonesia.



Oleh karena itu, seseorang yang mau mengerti betul-betul isi atau jiwa Pancasila sudah seharusnyalah  mengerti betul-betul jiwa dan gagasan-gagasan agung Bung Karno. Orang yang tidak mengerti, atau tidak mau mengerti, gagasan-gagasan agung dan ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno, tidak akan mengerti isi atau jiwa Pancasila. Dan karena itu pulalah kita katakan bahwa orang-orang yang anti Bung Karno serta anti ajaran-ajaran revolusionernya adalah dengan sendirinya anti Pancasila pula.



Dalam kaitan ini perlu sama-sama kita ingatkan  (dan juga amati )  bahwa gerakan besar-besaran secara nasional untuk me-revitalisasi dan applikasi Pancasila yang sedang dilancarkan dewasa ini haruslah dijalankan  dengan isi atau  jiwa Pancasila yang asli, yaitu yang menurut gagasan agung dan ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno sendiri. Revitalisasi Pancasila tidak akan bisa berhasil kalau dijalankan dengan cara-cara dan isi yang bertentangan dengan ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno.


Ajaran-ajaran Bung Karno masih relevan sekarang ini

Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah khazanah yang kaya sekali dengan petunjuk atau bimbingan dalam perjuangan rakyat di bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, moral, yang meliputi masalah-masalah pemerintahan, pendidikan, militer, perjuangan melawan imperialisme, dan usaha untuk menciptakan sosialisme à la Indonesia, di bawah bendera Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.



Banyak sekali dari berbagai ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno itu yang masih relevan, atau masih sesuai dengan kebutuhan situasi dewasa sini, baik yang mengenai masalah dalam negeri maupun luarnegeri. Umpamanya, nation building and character building, patriotisme kerakyatan, semangat gotong royong, pemupukan rasa pengabdian kepada kepentingan rakyat, perjuangan menentang imperialisme atau neo-liberalisme, perjuangan untuk sosialisme à la Indonesia.



Di antara ajaran-ajaran atau gagasan Bung Karno yang sudah mendapat pengakuan, penghormatan, dan dukungan dari sebagian terbesar sekali rakyat Indonesia adalah Pancasila. Tetapi bukanlah Pancasila model P4-nya rejim Orde Baru, yang diselewengkan atau dipalsukan dan dipaksakan secara memuakkan  selama puluhan tahun. Pancasila-nya rejim militer Suharto adalah pada hakekatnya anti-Pancasila yang asli, karena digunakan untuk mengkhianati Bung Karno dan menghancurkan kekuatan revolusioner pendukung berbagai politiknya, dan  melumpuhkan golongan kiri yang dipelopori PKI.



Seluruh bangsa Indonesia, mulai dari generasi para pejuang perintis kemerdekaan (termasuk yang dipenjara pemerintahan kolonial Belanda dan dibuang ke Digul) sampai kepada generasi yang berjuang untuk  revolusi Agustus 45  -- dan  juga semua generasi-generasi yang akan datang !  --  mendapat karunia besar dengan lahirnya Bung Karno, yang di kemudian harinya menyumbangkan Pancasila (dan berbagai ajaran-ajaran revolusionernya yang lain) kepada seluruh rakyat Indonesia.


Pancasila adalah kiri dan anti neo-liberalisme

Pancasila yang lahir dari penggalian atau penggagasan Bung Karno adalah satu ideologi pembimbing untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk,dan terdiri dari ratusan suku bangsa, adat, agama dan aliran kepercayaan, dan berjumlah 240 juta jiwa yang hidup di 17 000 pulau-pulau.



Ketika negara dan bangsa kita sedang menghadapi kebobrokan dimana-mana dan berbagai penyakit parah akibat ulah para maling berdasi dan  penjahat (pejabat !!!) yang menyalahgunakan hukum dan menginjak-injak rasa keadilan dan bersekongkol dengan kepentingan asing (neo-liberalisme) maka ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno menghadapi kekuatan asing terasalah makin diperlukan dewasa ini.



Untuk menghadapi itu semualah Pancasila-nya Bung Karno merupakan senjata di tangan bangsa kita. Sebab, menurut ajaran-ajaran Bung Karno Pancasila adalah kiri, adalah progresif, adalah anti-imperialis, adalah senjata untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur, yaitu sosialisme à la Indonesia.



(Mengingat pentingnya arti ungkapan Bung Karno bahwa Pancasila adalah kiri atau berjiwa anti-imperialis dan pro-sosialisme, maka akan diusahakan adanya tulisan tersendiri).



Untuk memperingati Hari Lahir Bung Karno kali ini, tulisan ini ditutup dengan kutipan bait-bait lagu Franky Sahilatua « Pancasila rumah kita » yang mempunyai arti yang dalam dan juga mengandung pesan yang besar, yang antara lain berbunyi sebagai berikut :

« Pancasila rumah kita, rumah untuk kita semua. Nilai dasar Indonesia, rumah kita selamanya. Untuk semua keluarga saling menyatu, untuk semua saling membagi. Pada setiap insan sama dapat, sama rasa, oh Indonesiaku, oh Indonesiaku,” (kutipan selesai)



Akhir kata, Bung Karno telah lahir dan berjuang sepanjang hidupnya, dan sampai wafatnya ia tetap setia dan memegang  teguh kepada ajaran-ajarannya, antara lain Pancasila. Bung Karno telah tiada, namun Pancasila tetap ada, dan untuk selama-lamanya !





Paris,  4 Juni  2011



A. Umar Said
 
© Copyright 2010-2011 Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat All Rights Reserved.
Template Design by team Lembaga dot us | Published by team Lembaga dot us | Powered by Blogger.com.